Insya Allah.. Sebuah Kesungguhan dan Keyakinan


Manusia tempatnya khilaf dan salah, sungguh teramat lemah..

Kita seringkali berniat, berazam, dan berjanji namun tak jarang tidak menanggapinya dengan serius..

Seringkali memang ragu apakah sanggup mewujudkan niat, azam, serta janji itu.. Tetapi bukankah jikapun ragu kita tetap punya pilihan untuk berusaha maksimal seraya memohon pertolongan Allah untuk mewujudkannya.. Atau memang kita memenangkan keraguan dan akhirnya merelakan semua itu untuk tidak terwujud..

Kita seringkali berkata “insya Allah” terlebih jika kita ragu.. Padahal bukankah insya Allah harusnya mengisyaratkan kesungguhan.. Kesungguhan dan keyakinan yang lahir dari kesadaran diri bahwa sebagai hamba yang lemah kita memiliki Allah yang tentu akan menolong hambaNya yg berniat, berazam, serta berjanji dengan hal-hal yang baik?

Kalimat insya Allah merupakan warisan para Nabi. Ia bukan perkara ringan, memiliki makna yang dalam. Kalimat yang dengan mengucapkannya kita menggantungkan harapan padaNya agar semua yang kita inginkan bisa terwujud dengan izinNya, dengan pertolonganNya..

| “Secara harfiah, kalimat insya Allah bermakna “jika Allah menghendaki”. Ucapan ini melambangkan kesadaran hamba akan hakikat dirinya yang serba kekurangan dan jahil. Sekaligus mengiktiraf kekuasaan Allah Swt yang Maha Kuasa dalam menentukan setiap yang berlaku di alam semesta ini.” |

Ya benar adanya kita cuma bisa merancang dan berharap lewat niat yang kita lantunkan, lewat azam yang kita kobarkan, lewat janji yang kita ucapkan.. Pada akhirnya kita harus meyakini bahwa Allah lah penentu terlaksananya semua itu.

Tetapi mengucapkan insya Allah seharusnya lebih dimaknai sebagai pengakuan atas kelemahan diri serta kebergantungan akan kasih sayang Allah dan permohonan agar Allah berkenan membantu kita mewujudkan segala keinginan..

Kenapa justru seringkali muncul rasa aman ketika diri tak mampu mewujudkan niat, azam, dan janji saat sebelumnya melibatkan kata insya Allah.. Kita merasa “ah tak apa, dulu aku telah berucap insya Allah, mungkin memang Allah tidak mengizinkan”..

Ya mungkin saja begitu adanya, tetapi semoga bukan karena kita yang memang sedari awal tak mengerahkan usaha maksimal bukti kesungguhan serta tak melibatkan keyakinan akan pertolonganNya..

Maka saat meniatkan sesuatu dalam rangka ingin menjadi pribadi yang lebih baik, berucaplah insya Allah dengan keyakinan bahwa segala hal baik pasti akan Allah bantu mewujudkannya, buktikan pada Allah kesungguhan kita..

Insya Allah aku ingin bangun shalat tahajjud.. Maka mulailah dengan meniatkan sebelum tidur, berdo’a memohon Allah bangunkan, memasang alarm, membaca keutamaan shalat tahajjud, mengingat-ingat bahwa ia merupakan shalatnya para Nabi, lalu kala terbangun lawanlah sekuat tenaga tiupan syaithan yang hendak menggagalkan niat kita..

| Berkata Imam al-Syafi‘i: “Kelemahan adalah sifat manusia yang paling jelas. Sesiapa yang selalu menyadari sifat ini, dia akan beroleh istiqamah dalam beribadat kepada Allah.” |

Yaa.. Memang nya seberapa hebat kita merasa mampu mewujudkan semua niat dan i’tikad baik lewat kemampuan diri sendiri.. Betapa banyak orang shalih yang istiqomah menjaga amalan yaumiyah nya, terus menerus meningkatkan amalan yaumiyahnya dan itu bukan hal yang mustahil sebab Allah menguatkan dan menolong mereka.. Bukan semata-mata karena diri mereka..

Lalu masalahnya kita masih disini, konsisten dengan grafik yang datar, bermain-main dengan kata insya Allah, terus menerus berniat tapi merasa aman, pasrah dengan makna insya Allah.. Jika Allah berkehandak maka niatku pasti akan terwujud jika tidak maka ya berarti Allah belum berkehendak..

Jika niat seringnya merupakan hubungan kita secara vertikal kepada Allah, lain dengan janji yang melibatkan orang lain. Kita pun sering tidak menyadari ketika kita berjanji kepada orang lain, hakikatnya kita berjanji pada Allah.. Dan janji adalah hutang yang wajib ditunaikan..

Mungkin inilah yang membuat seringkali kita mendengar nasihat untuk tidak mudah berjanji.. Sebab ia perkara berat, butuh keseriusan.. Tapi yakinlah lagi-lagi  jika kita libatkan Allah dengan mengucap insya Allah setelah janji kita, maka apakah Allah tak akan menolong?

Kita pun harus memposisikan diri kita sebagai orang yang kita beri janji, bagaimana pula perasaannya bila janji itu tak tertunaikan? Bagaimana rasanya jika janji itu tidak diikhtiarkan dengan serius untuk ditepati? Tentu ada kecewa disitu..

| “Sebaliknya, insya Allah lebih sesuai difahami sebagai kata-kata jaminan bahwa janji yang telah terucap akan terlaksana dengan baik. Sebab siapa yang berjanji dengan niat sungguh-sungguh untuk melaksanakannya, sambil menyerahkan perkara itu kepada Allah, bantuan dari Allah akan datang untuk mewujudkan janji Tersebut.”

Berkata Ibn Battal Al-Maliki dalam Syarh Al-Bukhari: “Hadis ini mengandung pengajaran bahwa sesiapa yang mengucapkan insya Allah, sambil menyadari kelemahan dirinya dan meminta bantuan dari Allah, maka besar kemungkinan ia akan memperolehi apa yang diharapkannya.” |

Seorang muslim memang tak boleh puas dengan amalan-amalannya saat ini, kita harus senantiasa harap dan takut.. Dengan begitu kita akan terus berusaha meningkatkan amalan-amalan kita.. Dan semua memang bermula dari niat, dari azam, dari janji kita pada Allah utamanya..

Berislam itu tidak sulit, namun juga tidak mudah.. Kita harus berusaha mewujudkan taqwa dengan usaha serta do’a yang maksimal.. Jika kita mampu profesional dalam perkara duniawi, kenapa tak bisa profesional dalam urusan keislaman kita, dalam perkara akhirat kita? Hadirkan selalu keinginan untuk berislam secara kaffah dan yakinlah Allah pasti akan menolong.. Ingat-ingatlah dan teladani para nabi dan rasul maka bukankah itu cukup membuat kita bersemangat menjalankan islam seperti yang mereka jalankan dahulu? Lihat-lihatlah sekeliling kita dimana banyak sekali orang shalih yang mampu membuat Allah cinta pada mereka.. Tak inginkah kita seperti mereka?

Semoga Allah selalu bimbing kita mewujudkan segala ingin yang tertuang dalam niat, azam, cita-cita, dan janji..

Semoga kita termasuk orang-orang yang memaknai “insya Allah” dengan tepat.. Sebuah kata powerful yang begitu sarat makna..

Semoga semangat menjadi lebih baik selalu hadir dalam diri kita, selemah apapun kita dan sungguh memang kita lemah sekali dan kita butuh Allah..

Aamiin.. Aamiin.. Aamiin..

Tulisan ini merupakan hasil perenungan diri untuk mengingatkan diri yang lemah ini.. Semoga Allah berkenan mengampuni segala khilaf dan salah terutama atas segala niat, azam, dan janji yang sengaja tak terwujud karena bodohnya diri ini..

Referensi : http://umarmnoor.blogspot.co.id/2012/09/keliru-makna-insya-allah.html?m=1

Advertisements

Nasehat Yang Lebih Manis Daripada Madu

Dikutip dari buku “lelaki yg paling bahagia di dunia” karangan syaikh Aidh Al Qarni.Berlaku juga untuk wanita.

0. mulailah harimu dengan sholat fajr dan doa-doa di pagi hari agar kau mendapatkan keberuntungan dan kesuksesan

1. lanjutkan dengan istighfar agar syetan menghindar darimu

2. jangan putus berdoa, karena sesungguhnya doa merupakan tali kesuksesan

3. ingatlah bahwa apapun yg kau katakan akan dicatat oleh malaikat

4. senantiasalah optimis meskipun engkau dalam puncak kesusahan

5.bahwa keindahan jari jemari karena ia terikat dengan tasbih

6. jika engkau menghadapi kegelisahan dan berbagai kegundahan maka ucapkanlah “laa ilaaha illallahu”

7.belilah dengan uang dirhammu(berinfaklah) untuk mendapatkan doa orang fakir dan kecintaan orang miskin

8. sujud panjang dengan khusyuk itu lebih baik daripada istana2 yang megah

9. berfikirlah sebelum berkata, bisa jadi satu perkataanmu bisa mematikan (menyakiti hati orang)

10.berhati hatilah terhadap doa orang yang didholimi dan air mata orang yang terampas haknya

11.sebelum engkau membaca buku, koran dan majalah, bacalah terlebih dahulu AlQur’an

12. jadilah kau sebab bagi keistiqomahan keluargamu

13.bersungguh – sungguhlah jiwamu melaksanakan ketaatan, karena jiwa manusia itu senantiasa mengajak kepada keburukan

14.ciumlah telapak tangan kedua orangtuamu, kau pasti mendapatkan keridhoan

15.baju-baju lamamu merupakan baju baju baru menurut orang orang fakir

16.janganlah kau marah, karena hidup ini sangat singkat dari yang kau bayangkan

17.Engkau senantiasa bersama dzat yang maha kuat maha kaya, dialah Allah ‘azza wa jalla,

18.jangan kau tutup pintu terkabulnya doa dengan melakukan maksiat

19.sholat adalah sebaik baik penolongmu dalam menghadapi berbagai musibah dan kelelahan

20.hindari berburuk sangka, kau akan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan

21. penyebab dari segala kegundahan adalah berpaling dari ALLAH, maka segeralah menuju kepada Nya.

22.sholatlah kau, karena sholatmu akan menemanimu di kubur

23.jika kau mendengar orang yang meggunjing (ghibah) maka katakanlah padanya :bertaqwalah kau kepada ALLAH

24. dawamkanlah (senantiasa) kau baca surat Tabarak (sural Al Mulk)karena ia adalah penyelamat

25. orang yang mahruum (terhalang dari rahmat Allah )adalah orang yang terhalang dari mengerjakan sholat dg khusyuk dan mengalirkan air mata

26.jangan kau hina orang mukmin yang sedang lalai

27.jadikanlah semua rasa cinta itu karena ALLAH dan Rasul Nya

28. maafkanlah orang yang menggunjingmu, karena dia telah menghadiahkan kebaikannya untukmu

29. sholat, tilawah, ,dzikir, merupakan hiasan dadamu

30. barangsiapa mengingat panasnya neraka maka ia akan bersabar terhadap dorongan untuk melakukan maksiat

31. selama qiyamullail ditegakkan, maka segala penyakit akan hilang, krisis akan berlalu,dan kesusahan akan lenyap

32. jauhilah ” katanya dan katanya “karena kau masih punya pekerjaan bak gunung

33.kerjakanlah sholat dengan khusyuk, karena segala hal yang menantimu selain sholat itu lebih rendah urusannya daripada sholat

34. jadikanlah mushaf senantiasa disisimu, ,karena membaca satu ayat AlQuran itu lebih baik daripada dunia dan isinya

35. kehidupan itu indah, dan lebih indah lagi jika kau sertai iman.

Sumber : akun LINE teladan Rasulullah

Lelah Bukan Berarti Berhenti

Lelah bukan berarti berhenti

Status adik saya di LINE ini mengingatkan saya kembali..

Belakangan ini rasanya saya lelah.. Lelah bersabar, lelah mengalah, lelah bersikap kuat, lelah menahan segala gejolak dalam dada, lelah memahami tanpa berbalik dipahami, lelah mendengar tanpa berbalik didengar, lelah menanti sebuah kepastian, dan puncaknya saya lelah tersenyum..

Saya menjadi sangat menikmati waktu tidur saya karena semua rasa lelah itu menguras tenaga dan pikiran saya..

Biasanya saya tidak ambil pusing dengan semua perihal hati tersebut karena saya selalu menanamkan dalam diri saya bahwa cukuplah Allah bagiku dan jangan pernah berharap apapun dari manusia..

Biasanya dengan mengingat hal itu rasa lelah saya sirna, tetapi kali ini hati saya begitu sedih dan sedikit bergejolak. Saya tetap mencoba tidak menunjukkan perasaan saya yg sesungguhnya pada dunia.. Lagi-lagi dan seperti biasa, saya mencoba sekuat tenaga berpura-pura dan hanya bergantung pada Allah..

Di saat seperti ini, saya sempat terpikir untuk berhenti, berhenti bersabar, berhenti mengalah, berhenti berpura-pura, berhenti bersikap kuat dsb..

Tapi, hati kecil saya selalu berkata itu bukan tindakan yang benar.. Dan adik saya mengingatkan saya.. Sebagai seorang muslim, tak ada kata berhenti..

Lelah bukan berarti berhenti.. Saya hanya perlu istirahat sejenak, merenung, meluruskan kembali niat2 saya, membersihkan hati saya, menguatkan azam saya, memohon sebanyak-banyak ampunan Allah..

Saya hanya perlu istirahat, menyendiri dan menikmati kesendirian saya dengan bermesra padaNya.. Dan memohon pada Allah untuk menyembuhkan luka di hati saya..

Lelah bukan berarti berhenti..

Allah Mengawasimu!!

Jika manusia saksinya, maka ia bisa lengah..
terkantuk-kantuk mengawasimu..
Namun Allah tak pernah tidur, tak pernah lengah sedetik pun..
Allah selalu memperhatikan dan mengamati setiap detil dari amal shaleh mu, pun dosa yang susah payah kau sembunyikan

Jika manusia yang kau harapkan persaksiannya, maka kau bisa berdalih dan melakukan kecurangan pada dirimu
Beramal di atas lautan riya’ karena mata manusia yang mejadi tujuanmu
Terus mengulangi dosa saat mata tersebut sedang lengah dan setelahnya merasa “aman”…

Ah.. lupakah wahai diri??
Pada Dzat yang selalu mengawasimu, saksi sejati hidupmu??
Lupakah??

Kalau begitu ingat-ingatlah wahai diri..
Ingatlah.. Allah SELALU mengawasimu !!

1435 H

Image

Semoga Allah senantiasa membimbing hari-hari kita kedepannya..
Menguatkan langkah-langkah kita meraih cita dan cintaNya..
Mengistiqomahkan kita di jalan da’wah, jalan cinta yg tak berkesudahan nikmatnya..
Menyondongkan hati kita hanya pada kebaikan..

Semoga Allah senantiasa memilih kita untuk menjadi detonator kebaikan..
Semoga selalu bertambah kualitas iman dan taqwa kita detik demi detik..
Semoga sabar dan syukur selalu menjadi teman setia kita dalam mengarungi hidup ini..
Semoga Allah beri kelapangan hati atas segala takdir yang Ia timpakan pada kita..
Semoga Allah jauhkan dari fitnah dunia, dan menjaga kita dari menjadi sebab fitnah..

Semoga Allah selalu menganugerahkan teman yg bisa menguatkan dan mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran..
Semoga Allah selalu menuntun langkah untuk menuju tempat yg berkah..

Semoga Allah berkenan menyudahi segala sulit yg dirasa, menggantinya dgn kemudahan..
Memberi kesehatan pada raga untuk senantiasa bisa optimal melaksanakan ibadah ritual..

Semoga Allah menerima segala taubat dan mengampuni dosa-dosa kita, menjadikan kita pribadi yg jauh lebih baik setelahnya..

Selamat Tahun Baru 1435 H..

Seorang anak yang sudah dewasa pasti dalam dirinya punya banyak sekali keinginan..

Keinginan yang tak mau lagi di “setir” oleh orang tuanya

Padahal orang tuanya juga masih punya banyak harapan atau keinginan terhadap anaknya..

Ahh ada ego dalam diri sang anak yang kadang membuatnya bersikukuh melangkah mengejar keinginannya walau tanpa restu orang tuanya..

Apakah lantas orang tua murka?? tidak semudah itu.. orang tua kita tahu bahwa kemurkaannya bisa menghancurkan hidup anaknya..

Maka orang tua yang sangat menyayangi anaknya akan mencoba mengalah walau dalam setiap pembicaraannya dengan sang anak akan kembali mengungkit harapannya yang diabaikan oleh sang anak.

Terkadang hal itu kemudian membuat hubungan antara orang tua dan anak menjadi jauh..

Kawan.. sy pun sempat hampir mengalami hal itu, namun saat itu sy memilih untuk mengalah dan menurutku memang harusnya begitu..

orang tua kita yang menyayangi kita, mengorbankan hidup dan matinya untuk kita memiliki harap dan keinginan yang tidak serta merta hadir karena ego mereka, melainkan karena pikir dan do’a meminta petunjuk dariNya.

Mereka tak pernah ingin menyakiti anaknya, hanya ingin yang terbaik untuk anaknya, untuk kita..

Lalu sebagai bentuk balas budi kecil kita, tak bisakah kita mengalah?

tak akan sering kita mengalah.. yakinlah, orang tua kita jauh lebih sering mengalah sejak kita kecil, hanya saja mungkin kita tidak tahu atau bahkan tidak peka..

Ah kawan, sudah 3 tahun lebih sejak sy memutuskan untuk mengalah tentang satu fase pilihan hidup sy dan Alhamdulillah Allah karuniakan banyak sekali nikmat dan kebahagiaan selepasnya.. terlebih saat sy mencoba untuk ikhlas menjalani pilihan hidup orang tua sy.

memang tak mudah, tapi keyakinan sy tentang pencapaian ridha Allah lewat ridha orang tua lah yang membuat sy tak menaruh sesal dalam diri berlarut-larut..

Apalah yang kita cari kawan jika bukan ridha Nya.. hidup terlalu singkat untuk sekedar memenangkan ego..

Ayah dan ibu kita, sadarilah keberadaan mereka begitu penting.. begitu berharga..

bukankah tak banyak waktu yang kita miliki untuk bisa mengukir senyum di wajah mereka..

tak banyak waktu yang kita miliki untuk menyentuh lembut tangan mereka seraya meminta do’a mustajabnya..

tak banyak waktu kita kawan.. jangan sampai ada sesal saat raga mereka tak lagi bersama kita..

*selepas membaca cerita teman yang akhirnya memutuskan untuk menuruti harapan ibunya, sy terharu membacanya.. sy cuma ingin menyampaikan bahwa jgn pernah menyesali keputusan tersebut.. smg Allah senatiasa meridhai langkah kita, langkah anak-anak yg mengalah demi orang tuanya..

Random In a Second About Ramadhan Wish in The Last 10 Days

berada di sepi..

membuat detak jarum jam seperti genderang perang..

yang menyiagakan diri..

Ramadhan kini telah berada dipenghujungnya..

10 Hari terakhir…

Mungkin 10 hari terakhir dalam hidup kita..

Mungkin 10 hari terakhir untuk dikenang karena waktu tak sampai..

bukankah setiap detik mengajarkan kita arti keberhargaan?

yang terlalu sayang, amat sayang dilewatkan oleh kesia-siaan..

tapi detik terlalu halus berdentang.. hingga banyak yang tak sadar

seperti juga diriku..

Ah.. berhenti menyalahkan detik..

detik tak pernah berhenti karena ia tahu setiap perpindahan yang ia lakukan tak kan bisa dikembalikan..

maka ia terus berpindah, tanpa peduli sekeliling..

juga tak peduli dengan diriku yang sedang merenunginya..

Ah.. lupakan saja tentang detik..

Ramadhan butuh perhatian lebih.. karena sebentar lagi ia akan pergi..

Siapkan agenda terbaik di 10 hari terakhir..

insya Allah malam terbaik akan menghampiri.. aamiin

#Ramadhanwish #lailatulqadrhunter