Rasaku Padamu DariNya

“Putriku, engkau akan meninggalkan suasana yang telah melahirkanmu, dan engkau pun akan berpisah dengan kehidupan yang selama ini membesarkanmu. Seandainya seorang wanita tidak membutuhkan seorang suami karena kekayaan kedua orangtuanya dan kebutuhan mereka terhadapnya, maka engkau adalah orang yang paling tidak membutuhkan suami. Namun, kenyataan menyatakan bahwa wanita itu diciptakan untuk laki-laki dan kaum laki-laki diciptakan untuknya” -Nasihat Umamah binti Harits kepada putrinya, Ummi Iyas binti Auf pada malam pernikahannya-

Sudah seminggu aku berpisah sementara dengan suamiku. And now we are having a Long Distance Marriage relationship. Aku mulai merindukan kehadirannya sesaat setelah aku membalikkan badan meninggalkan ia di bandara. Dan hari-hari berlalu, rindu terus menghampiri, dalam sepi, dalam ramai.  It really is tough and it really is a daily struggle for me.

It’s strange.. untuk aku yang baru mengenalnya, yang baru bersamanya selama 5 minggu dan kemudian berpisah lalu sendiri.. sangat aneh memiliki rasa rindu semacam itu. Pasalnya, aku sudah terbiasa merantau, hidup sendiri, jauh dari keluarga. Tapi kali ini rasanya beda sekali.. mungkin aku lebay pikirku.. lalu aku nampaknya perlu mengkonfirmasi kelebay-an ku pada ummi karena sepenglihatanku ummi selalu tegar jika ditinggal ayah ke luar kota atau luar negeri.

N : Ummi klo ditinggal ayah pergi suka kangen gak?

U: Iyalah nid.. ikatan batin suami istri justru melebihi ke ortu. beda lagi ikatan batin ortu ke anak.

N : kenapa bisa gtu ya mi? padahal kita sama ortu lebih lamaa, sama suami baru kenal.

U : Allah tegaskan dalam ayatNya “Wa min aayaatihii ankhalaqalakum……” Klo hubungan ortu dan anak itu beda lagi. Nanti Nida rasakan klo sudah punya anak.

N : Hoo gtu ya mi..

U : Begitulah cara Allah mengatur perasaan hambaNya.

“Di antara tanda-tanda kebesaran Nya ialah Allah menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, serta Allah jadikan rasa kasih dan sayang diantaramu. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir” (QS. Ar-Ruum :21)

Ini rupanya maksud ayat yang ummi sampaikan. Aku sepertinya lupa bahwa perasaan yang muncul terhadap pasangan seperti yang tengah kurasakan merupakan bagian dari kebesaran Allah.. Masya Allah :’)

Dan seperti nasihat di atas, nyatanya aku diciptakan untuknya dan dia diciptakan untukku, maka Allah pasti anugerahkan rasa kasih dan sayang diantara kami, yang salah satu bentuknya adalah rindu..

Mengelola hati tidak mudah, tapi bersama Allah akan mudah bukan? Bukankah Allah yang Maha Mengatur segala rasa.. Semoga Allah menguatkan aku menjalani hari-hari being ‘single’.. Bismillah..

Untuk kamu yang disana, tenang saja, Allah menjagaku disini dan insya Allah aku baik-baik saja 🙂

Do’aku menyertaimu dan kuyakin engkau pun dalam penjagaan Nya 🙂

 

Tik Tok

Aku terbangun pagi ini dengan rasa yang sulit diterjemahkan,

Semalam sudah kutekadkan untuk menanggapi rindu dengan dingin..

Tapi kau hadir dalam mimpiku, dan membuatku terbangun dengan rasa rindu yang justru semakin membuncah..

Ku aktifkan koneksi internet hp ku, sebuah notifikasi darimu membuat jariku bergegas membuka pesan darimu..

Entah seperti apa rindu yang kurasa setelah membaca pesanmu, yang jelas air mata tak berhenti mengalir..

Tapi kau berpesan padaku untuk kuat, juga menguatkanmu..

Aku bisa apa sekarang selain memohon padaNya agar aku disini kuat juga engkau disana kuat..

Aku bisa apa sekarang selain memohon padaNya agar rindu menjelma menjadi semangat untuk berlari mendekat padaNya, meminta kekuatan padaNya..

Maka, aku berharap kita sama-sama menguatkan diri kita, menguatkan do’a-do’a kita, menguatkan kesabaran kita..

Mari menjadi cahaya yang menembus langit di sepertiga malam agar Rabb kita memudahkan segala urusan dan mempersingkat waktu perpisahan kita..

Mari memohon ampun sebanyak-banyaknya agar segala permohonan Allah ridhoi..

Mari berbenah diri bersama agar saat kita bertemu lagi, kita dalam keadaan yang lebih baik..

Sementara ini, mari bertemu dalam do’a, dalam mimpi, dalam koneksi hati dan dunia maya..