Nak..

Belakangan ini saya menjadi orang yg sangat detail membaca setiap kata-kata pesan yg terkirim di whatsapp, LINE, dan sejenisnya. Terutama pesan-pesan yg masuk dari Ayah dan Ummi..

Saya kemudian jg baru sadar bahwa setiap kali Ayah dan Ummi ‘berbicara’ di media tersebut, selalu saja ada imbuhan nak.. Terlebih ayah. 

‘Kenapa nak?’

‘Iya nak’

‘Tunggu ya nak’

‘Syafakillah nak’

‘Fii amanillah nak’ dll dst..

Dan entah kenapa saya sukaaa sekali dgn sapaan nak itu. Amat suka..

Dalam pembicaraan langsung, kata-kata nak pun sering terdengar tetapi kalau di tulisan rasanya beda. Saya bisa bayangkan Ayah dan Ummi dgn penuh kasih sayang berbicara dengan saya dan kata ‘nak’ membuat nya menjadi sangat romantis. Setidaknya itu yg ku rasakan. 

Dan saya menjadi sangat suka membaca setiap chat dari Ayah dan Ummi yg ada kata nak nya, terutama jika sedang bosan dan rindu, di baca berulang-ulang, lagi dan lagi..😅

I miss them so bad. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s