sebut saja itu diriku yang sedang kau ejek dalam balutan sinis senyummu..
ah tidak.. kau tidak sekedar mengejekku..
PLAK.. kau menamparku, ratusan kali..
sebut saja itu diriku yang lagi-lagi tak menghiraukan rasa sakit akibat tamparanmu..
dan akhirnya kau menyerah
melenggos pergi masih dengan senyum sinis..
hanya saja aku tak tahu bahwa air matamu menetes dari balik punggungmu yang terlihat olehku..
mengasihani diriku..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s