Menikmati Diam

Bukan tak mau berbagi cerita..

Hanya saja rasanya kau memang tak mau mendengar ceritaku..

Bukankah dulu hati kita seakan sering bertelepati.. dan kita sering sama-sama memencet tombol-tombol di hp masing-masing, mencari nama kita, kau mencari namaku, aku mencari namamu..

dan sekian detik berikutnya kita sudah saling bertukar cerita.. panjang sekali hingga aku aku tak tahu sudah berapa kali senyum terukir di bibirku atau perasaan ingin memelukmu muncul..

Bukankah dulu sangat mudah bagi kita untuk berbagi rasa dan cerita..

Lalu setelah banyak rangkaian ceritaku yang kau lewatkan kau baru menyalahkanku..

dan kini rasanya tak ada selera untuk menceritakan rangkaian cerita yang sudah berlalu itu..

tapi seingatku aku menyimpannya dalam beberapa memori..

dalam ingatanku.. dalam foto.. dan mungkin nnt dalam tulisan..

jika kau memang ingin tahu, aku tidak memaksamu untuk bertelepati dan meneleponku..

kau cukup “mendengar” ceritaku dalam memori foto dan tulisan..

tapi aku tak pernah memaksamu untuk mencari tahu.. entahlah..

rasanya aku sudah terlalu nyaman bersama diam yang kau ciptakan..

oh ya.. dalam diam aku masih sering “mendengar” ceritamu lewat media apapun yang mungkin.. dalam diam aku juga menyimpan banyak rasa rindu

tapi aku tak pernah tahu apakah dalam diam kau juga berlaku sama??

ah sudahlah.. aku sudah terlanjur menikmati diamnya kita..

kalau memang tak bisa seperti dulu.. mari kita bertelepati dalam do’a, do’a dalam diam..

bukankah lebih indah begitu??

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s