Kanvas..

Dihadapanku terbentang sebuah kanvas hitam..
Dibeberapa bagiannya tampak titik-titik putih
Tak begitu besar hingga ku bisa melihatnya dari jarak 1 meter
Tak begitu kecil hingga hidungku harus menyentuh kanvas itu

Dulu.. 21 tahun yang lalu…
Saat pertama kali kuhirup nikmat terbesarNya
Saat pertama kali mataku dapat melihat cahaya matahariNya
Aku tau, semua orangpun tau.. kanvas itu begitu bersih
Putih tanpa sedikitpun tinta yang menghiasinya
Apapun yang kulakukan saat itu terhadapnya,
Ia tetap saja putih..
Setiap saat kugoreskan kuasku diatasnya
Tapi tetap saja.. semua warna itu lenyap diserap olehnya
Aku tak pernah mengerti
Sebab saat itu aku terlalu polos untuk mengerti

Dan waktupun menjawabnya
Saat Dia tetapkan diriku untuk mengerti makna kata baik dan buruk
Saat Dia tetapkan diriku untuk menanggung semua dosaku seorang diri
Saat semua hanya antara aku dan Dia

Semua yang kulukiskan tak lagi lenyap, warna2 itu begitu nyata menyatu
Diatas kasarnya permukaan kanvas itu
Kadang kugoreskan kebaikan diatasnya
Tapi seringkali goresan keburukan yang kutorehkan
Hingga warna-warna saling menutupi

Dan detik demi detik berlalu
Menit demi menit berlalu
Hari demi hari berlalu..
Begitu sulit mengembalikan putihnya
Kini warnanya begitu gelap dan tebal
Hingga ku tak tau berapa waktu yang kubutuhkan untuk menggerusnya

Kini kanvasnya tak lagi seindah dan sebersih dulu
Kini aku hanya mampu memandanginya penuh sesal
Betapa kesempatan yang Ia berikan tak kumanfaatkan  untuk Terus menorehkan tinta kebaikan diatasnya
Betapa egoku begitu liar hingga tanganku tak mampu Melukiskan keindahan yang Ia tunjukkan di sekelilingku

Ya.. hatiku kini bak kanvas itu
Hitam… kotor… hanya sedikit ruang yang belum tersentuh
Dan kefanaan dunia ini mungkin saja akan menggerakkan tangan ku tuk menutup titik-titik putih itu
dengan berbagai warna tak tentu arah

Dan aku berharap tanganNya mampu membimbingku untuk tetap istiqomah meracik
warna-warnaNya hingga ia bermuara pada 1 warna di mana semua warna berasal

Dan hingga tiba saatku menutup mata..
Kuingin noda-noda di putihnya kanvasku tak lagi mendominasi.. (nd)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s