Insya Allah.. Sebuah Kesungguhan dan Keyakinan


Manusia tempatnya khilaf dan salah, sungguh teramat lemah..

Kita seringkali berniat, berazam, dan berjanji namun tak jarang tidak menanggapinya dengan serius..

Seringkali memang ragu apakah sanggup mewujudkan niat, azam, serta janji itu.. Tetapi bukankah jikapun ragu kita tetap punya pilihan untuk berusaha maksimal seraya memohon pertolongan Allah untuk mewujudkannya.. Atau memang kita memenangkan keraguan dan akhirnya merelakan semua itu untuk tidak terwujud..

Kita seringkali berkata “insya Allah” terlebih jika kita ragu.. Padahal bukankah insya Allah harusnya mengisyaratkan kesungguhan.. Kesungguhan dan keyakinan yang lahir dari kesadaran diri bahwa sebagai hamba yang lemah kita memiliki Allah yang tentu akan menolong hambaNya yg berniat, berazam, serta berjanji dengan hal-hal yang baik?

Kalimat insya Allah merupakan warisan para Nabi. Ia bukan perkara ringan, memiliki makna yang dalam. Kalimat yang dengan mengucapkannya kita menggantungkan harapan padaNya agar semua yang kita inginkan bisa terwujud dengan izinNya, dengan pertolonganNya..

| “Secara harfiah, kalimat insya Allah bermakna “jika Allah menghendaki”. Ucapan ini melambangkan kesadaran hamba akan hakikat dirinya yang serba kekurangan dan jahil. Sekaligus mengiktiraf kekuasaan Allah Swt yang Maha Kuasa dalam menentukan setiap yang berlaku di alam semesta ini.” |

Ya benar adanya kita cuma bisa merancang dan berharap lewat niat yang kita lantunkan, lewat azam yang kita kobarkan, lewat janji yang kita ucapkan.. Pada akhirnya kita harus meyakini bahwa Allah lah penentu terlaksananya semua itu.

Tetapi mengucapkan insya Allah seharusnya lebih dimaknai sebagai pengakuan atas kelemahan diri serta kebergantungan akan kasih sayang Allah dan permohonan agar Allah berkenan membantu kita mewujudkan segala keinginan..

Kenapa justru seringkali muncul rasa aman ketika diri tak mampu mewujudkan niat, azam, dan janji saat sebelumnya melibatkan kata insya Allah.. Kita merasa “ah tak apa, dulu aku telah berucap insya Allah, mungkin memang Allah tidak mengizinkan”..

Ya mungkin saja begitu adanya, tetapi semoga bukan karena kita yang memang sedari awal tak mengerahkan usaha maksimal bukti kesungguhan serta tak melibatkan keyakinan akan pertolonganNya..

Maka saat meniatkan sesuatu dalam rangka ingin menjadi pribadi yang lebih baik, berucaplah insya Allah dengan keyakinan bahwa segala hal baik pasti akan Allah bantu mewujudkannya, buktikan pada Allah kesungguhan kita..

Insya Allah aku ingin bangun shalat tahajjud.. Maka mulailah dengan meniatkan sebelum tidur, berdo’a memohon Allah bangunkan, memasang alarm, membaca keutamaan shalat tahajjud, mengingat-ingat bahwa ia merupakan shalatnya para Nabi, lalu kala terbangun lawanlah sekuat tenaga tiupan syaithan yang hendak menggagalkan niat kita..

| Berkata Imam al-Syafi‘i: “Kelemahan adalah sifat manusia yang paling jelas. Sesiapa yang selalu menyadari sifat ini, dia akan beroleh istiqamah dalam beribadat kepada Allah.” |

Yaa.. Memang nya seberapa hebat kita merasa mampu mewujudkan semua niat dan i’tikad baik lewat kemampuan diri sendiri.. Betapa banyak orang shalih yang istiqomah menjaga amalan yaumiyah nya, terus menerus meningkatkan amalan yaumiyahnya dan itu bukan hal yang mustahil sebab Allah menguatkan dan menolong mereka.. Bukan semata-mata karena diri mereka..

Lalu masalahnya kita masih disini, konsisten dengan grafik yang datar, bermain-main dengan kata insya Allah, terus menerus berniat tapi merasa aman, pasrah dengan makna insya Allah.. Jika Allah berkehandak maka niatku pasti akan terwujud jika tidak maka ya berarti Allah belum berkehendak..

Jika niat seringnya merupakan hubungan kita secara vertikal kepada Allah, lain dengan janji yang melibatkan orang lain. Kita pun sering tidak menyadari ketika kita berjanji kepada orang lain, hakikatnya kita berjanji pada Allah.. Dan janji adalah hutang yang wajib ditunaikan..

Mungkin inilah yang membuat seringkali kita mendengar nasihat untuk tidak mudah berjanji.. Sebab ia perkara berat, butuh keseriusan.. Tapi yakinlah lagi-lagi  jika kita libatkan Allah dengan mengucap insya Allah setelah janji kita, maka apakah Allah tak akan menolong?

Kita pun harus memposisikan diri kita sebagai orang yang kita beri janji, bagaimana pula perasaannya bila janji itu tak tertunaikan? Bagaimana rasanya jika janji itu tidak diikhtiarkan dengan serius untuk ditepati? Tentu ada kecewa disitu..

| “Sebaliknya, insya Allah lebih sesuai difahami sebagai kata-kata jaminan bahwa janji yang telah terucap akan terlaksana dengan baik. Sebab siapa yang berjanji dengan niat sungguh-sungguh untuk melaksanakannya, sambil menyerahkan perkara itu kepada Allah, bantuan dari Allah akan datang untuk mewujudkan janji Tersebut.”

Berkata Ibn Battal Al-Maliki dalam Syarh Al-Bukhari: “Hadis ini mengandung pengajaran bahwa sesiapa yang mengucapkan insya Allah, sambil menyadari kelemahan dirinya dan meminta bantuan dari Allah, maka besar kemungkinan ia akan memperolehi apa yang diharapkannya.” |

Seorang muslim memang tak boleh puas dengan amalan-amalannya saat ini, kita harus senantiasa harap dan takut.. Dengan begitu kita akan terus berusaha meningkatkan amalan-amalan kita.. Dan semua memang bermula dari niat, dari azam, dari janji kita pada Allah utamanya..

Berislam itu tidak sulit, namun juga tidak mudah.. Kita harus berusaha mewujudkan taqwa dengan usaha serta do’a yang maksimal.. Jika kita mampu profesional dalam perkara duniawi, kenapa tak bisa profesional dalam urusan keislaman kita, dalam perkara akhirat kita? Hadirkan selalu keinginan untuk berislam secara kaffah dan yakinlah Allah pasti akan menolong.. Ingat-ingatlah dan teladani para nabi dan rasul maka bukankah itu cukup membuat kita bersemangat menjalankan islam seperti yang mereka jalankan dahulu? Lihat-lihatlah sekeliling kita dimana banyak sekali orang shalih yang mampu membuat Allah cinta pada mereka.. Tak inginkah kita seperti mereka?

Semoga Allah selalu bimbing kita mewujudkan segala ingin yang tertuang dalam niat, azam, cita-cita, dan janji..

Semoga kita termasuk orang-orang yang memaknai “insya Allah” dengan tepat.. Sebuah kata powerful yang begitu sarat makna..

Semoga semangat menjadi lebih baik selalu hadir dalam diri kita, selemah apapun kita dan sungguh memang kita lemah sekali dan kita butuh Allah..

Aamiin.. Aamiin.. Aamiin..

Tulisan ini merupakan hasil perenungan diri untuk mengingatkan diri yang lemah ini.. Semoga Allah berkenan mengampuni segala khilaf dan salah terutama atas segala niat, azam, dan janji yang sengaja tak terwujud karena bodohnya diri ini..

Referensi : http://umarmnoor.blogspot.co.id/2012/09/keliru-makna-insya-allah.html?m=1

Rasaku Padamu DariNya

“Putriku, engkau akan meninggalkan suasana yang telah melahirkanmu, dan engkau pun akan berpisah dengan kehidupan yang selama ini membesarkanmu. Seandainya seorang wanita tidak membutuhkan seorang suami karena kekayaan kedua orangtuanya dan kebutuhan mereka terhadapnya, maka engkau adalah orang yang paling tidak membutuhkan suami. Namun, kenyataan menyatakan bahwa wanita itu diciptakan untuk laki-laki dan kaum laki-laki diciptakan untuknya” -Nasihat Umamah binti Harits kepada putrinya, Ummi Iyas binti Auf pada malam pernikahannya-

Sudah seminggu aku berpisah sementara dengan suamiku. And now we are having a Long Distance Marriage relationship. Aku mulai merindukan kehadirannya sesaat setelah aku membalikkan badan meninggalkan ia di bandara. Dan hari-hari berlalu, rindu terus menghampiri, dalam sepi, dalam ramai.  It really is tough and it really is a daily struggle for me.

It’s strange.. untuk aku yang baru mengenalnya, yang baru bersamanya selama 5 minggu dan kemudian berpisah lalu sendiri.. sangat aneh memiliki rasa rindu semacam itu. Pasalnya, aku sudah terbiasa merantau, hidup sendiri, jauh dari keluarga. Tapi kali ini rasanya beda sekali.. mungkin aku lebay pikirku.. lalu aku nampaknya perlu mengkonfirmasi kelebay-an ku pada ummi karena sepenglihatanku ummi selalu tegar jika ditinggal ayah ke luar kota atau luar negeri.

N : Ummi klo ditinggal ayah pergi suka kangen gak?

U: Iyalah nid.. ikatan batin suami istri justru melebihi ke ortu. beda lagi ikatan batin ortu ke anak.

N : kenapa bisa gtu ya mi? padahal kita sama ortu lebih lamaa, sama suami baru kenal.

U : Allah tegaskan dalam ayatNya “Wa min aayaatihii ankhalaqalakum……” Klo hubungan ortu dan anak itu beda lagi. Nanti Nida rasakan klo sudah punya anak.

N : Hoo gtu ya mi..

U : Begitulah cara Allah mengatur perasaan hambaNya.

“Di antara tanda-tanda kebesaran Nya ialah Allah menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, serta Allah jadikan rasa kasih dan sayang diantaramu. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir” (QS. Ar-Ruum :21)

Ini rupanya maksud ayat yang ummi sampaikan. Aku sepertinya lupa bahwa perasaan yang muncul terhadap pasangan seperti yang tengah kurasakan merupakan bagian dari kebesaran Allah.. Masya Allah :’)

Dan seperti nasihat di atas, nyatanya aku diciptakan untuknya dan dia diciptakan untukku, maka Allah pasti anugerahkan rasa kasih dan sayang diantara kami, yang salah satu bentuknya adalah rindu..

Mengelola hati tidak mudah, tapi bersama Allah akan mudah bukan? Bukankah Allah yang Maha Mengatur segala rasa.. Semoga Allah menguatkan aku menjalani hari-hari being ‘single’.. Bismillah..

Untuk kamu yang disana, tenang saja, Allah menjagaku disini dan insya Allah aku baik-baik saja 🙂

Do’aku menyertaimu dan kuyakin engkau pun dalam penjagaan Nya 🙂

 

Tik Tok

Aku terbangun pagi ini dengan rasa yang sulit diterjemahkan,

Semalam sudah kutekadkan untuk menanggapi rindu dengan dingin..

Tapi kau hadir dalam mimpiku, dan membuatku terbangun dengan rasa rindu yang justru semakin membuncah..

Ku aktifkan koneksi internet hp ku, sebuah notifikasi darimu membuat jariku bergegas membuka pesan darimu..

Entah seperti apa rindu yang kurasa setelah membaca pesanmu, yang jelas air mata tak berhenti mengalir..

Tapi kau berpesan padaku untuk kuat, juga menguatkanmu..

Aku bisa apa sekarang selain memohon padaNya agar aku disini kuat juga engkau disana kuat..

Aku bisa apa sekarang selain memohon padaNya agar rindu menjelma menjadi semangat untuk berlari mendekat padaNya, meminta kekuatan padaNya..

Maka, aku berharap kita sama-sama menguatkan diri kita, menguatkan do’a-do’a kita, menguatkan kesabaran kita..

Mari menjadi cahaya yang menembus langit di sepertiga malam agar Rabb kita memudahkan segala urusan dan mempersingkat waktu perpisahan kita..

Mari memohon ampun sebanyak-banyaknya agar segala permohonan Allah ridhoi..

Mari berbenah diri bersama agar saat kita bertemu lagi, kita dalam keadaan yang lebih baik..

Sementara ini, mari bertemu dalam do’a, dalam mimpi, dalam koneksi hati dan dunia maya..

Hal Kecil Namun Tak Sepele

Jadi ceritanya sepulang dari UK, desember 2015 lalu, saya mengirim foto2 tulisan dgn latar stadion request teman-teman saya. Mereka adalah fans chelsea. Hari-hari terakhir di UK, saya mengusahakan untuk memenuhi janji saya kepada beberapa teman atau keluarga yang request sesuatu. Sayangnya saya tidak sempat membelikan kaos request sepupu saya. Hiks..

Dua teman saya request untuk dituliskan namanya lalu difotokan di depan stadion chelsea, Stamford Bridge. Honestly, stadion nya agak jauh dr lokasi sy menginap di london dan saat itu uang saya sudah sgt sekarat. Tapi janji tetap janji dan saya tidak ingin mengecewakan atau lebih tepatnya ingin berbagi kebahagiaan. Saya selalu merasa mewakili keberadaan sesiapa pun yg request kepada saya untuk mengunjungi suatu tempat. 

Maka saya ke stadion chelsea, seorang diri. Membawa beberapa lembar kertas namun sayangnya lupa membawa pulpen. Alhasil, saya masuk ke dalam toko souvenir chelsea dan membeli pulpen yg paling murah agar bisa menuliskan kata2 di kertas yg sudah sy siapkan. Saya pun membelikan souvenir untuk mereka.

Selepas mengirim foto2 dan mengabarkan bahwa sy membelikan mereka souvenir, respon mereka beyond my expectation. Mereka sangat terharu, surprise, tidak menyangka klo sy willing to do that for them. Ya Allah.. Rasanya sy pun sangat terharu. Padahal sy tidak mengeluarkan effort maksimal dlm memenuhi permintaan mereka itu :(.  Saya ingin sekali membeli banyak souvenir untuk mereka atau paling tidak yg gak seadanya (maklum saat itu uang sy benar2 menipis). Saya tidak menyangka hal kecil yg sy lakukan ternyata sgt tidak sepele dimata mereka.. Huhu

Saya tidak tahu persis apa yg para fans rasakan jika mendapat kiriman foto di dpn stadion club favorit mereka, ato apa yg para fans rasakan ketika mendapat souvenir yg dibeli di toko souvenir resmi club favorit mereka. Itulah mengapa kebahagiaan mereka akan apa yg saya lakukan masih sulit saya percaya. Sebagai orang yg tidak mengerti dunia persepak-bolaan, rasanya berada di stadion2 itu biasa saja.. 😅

Banyak hal yg seringkali kita anggap hal kecil dan sepele tp bernilai besar dimata org lain dan mungkin bernilai besar sebagai pahala di mata Allah. Maka wajar bila Islam selalu mengajarkan untuk berbuat baik walau hanya menyingkirkan duri di jalan. 

Jika muncul niatan untuk berbuat suatu kebaikan dalam hati, lakukan jika memang bisa dilakukan, walau ia tak sempurna, walau mungkin berat langkah diayun, walau ragu terbesit, lakukan saja. Dan jika ianya terjadi, itu Allah yg menggerakkan dan Allah yg menakdirkan.. 

Ya Allah.. Nida senang jika bisa bermanfaat bagi org lain, jika bisa menjadi wasilah munculnya bahagia pada org lain.. Semoga Engkau selalu mempercayai ku untuk mengerjakan proyek2 kebaikan yg walau kecil namun tak sepele.. Aamiin..

Nasehat Yang Lebih Manis Daripada Madu

Dikutip dari buku “lelaki yg paling bahagia di dunia” karangan syaikh Aidh Al Qarni.Berlaku juga untuk wanita.

0. mulailah harimu dengan sholat fajr dan doa-doa di pagi hari agar kau mendapatkan keberuntungan dan kesuksesan

1. lanjutkan dengan istighfar agar syetan menghindar darimu

2. jangan putus berdoa, karena sesungguhnya doa merupakan tali kesuksesan

3. ingatlah bahwa apapun yg kau katakan akan dicatat oleh malaikat

4. senantiasalah optimis meskipun engkau dalam puncak kesusahan

5.bahwa keindahan jari jemari karena ia terikat dengan tasbih

6. jika engkau menghadapi kegelisahan dan berbagai kegundahan maka ucapkanlah “laa ilaaha illallahu”

7.belilah dengan uang dirhammu(berinfaklah) untuk mendapatkan doa orang fakir dan kecintaan orang miskin

8. sujud panjang dengan khusyuk itu lebih baik daripada istana2 yang megah

9. berfikirlah sebelum berkata, bisa jadi satu perkataanmu bisa mematikan (menyakiti hati orang)

10.berhati hatilah terhadap doa orang yang didholimi dan air mata orang yang terampas haknya

11.sebelum engkau membaca buku, koran dan majalah, bacalah terlebih dahulu AlQur’an

12. jadilah kau sebab bagi keistiqomahan keluargamu

13.bersungguh – sungguhlah jiwamu melaksanakan ketaatan, karena jiwa manusia itu senantiasa mengajak kepada keburukan

14.ciumlah telapak tangan kedua orangtuamu, kau pasti mendapatkan keridhoan

15.baju-baju lamamu merupakan baju baju baru menurut orang orang fakir

16.janganlah kau marah, karena hidup ini sangat singkat dari yang kau bayangkan

17.Engkau senantiasa bersama dzat yang maha kuat maha kaya, dialah Allah ‘azza wa jalla,

18.jangan kau tutup pintu terkabulnya doa dengan melakukan maksiat

19.sholat adalah sebaik baik penolongmu dalam menghadapi berbagai musibah dan kelelahan

20.hindari berburuk sangka, kau akan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan

21. penyebab dari segala kegundahan adalah berpaling dari ALLAH, maka segeralah menuju kepada Nya.

22.sholatlah kau, karena sholatmu akan menemanimu di kubur

23.jika kau mendengar orang yang meggunjing (ghibah) maka katakanlah padanya :bertaqwalah kau kepada ALLAH

24. dawamkanlah (senantiasa) kau baca surat Tabarak (sural Al Mulk)karena ia adalah penyelamat

25. orang yang mahruum (terhalang dari rahmat Allah )adalah orang yang terhalang dari mengerjakan sholat dg khusyuk dan mengalirkan air mata

26.jangan kau hina orang mukmin yang sedang lalai

27.jadikanlah semua rasa cinta itu karena ALLAH dan Rasul Nya

28. maafkanlah orang yang menggunjingmu, karena dia telah menghadiahkan kebaikannya untukmu

29. sholat, tilawah, ,dzikir, merupakan hiasan dadamu

30. barangsiapa mengingat panasnya neraka maka ia akan bersabar terhadap dorongan untuk melakukan maksiat

31. selama qiyamullail ditegakkan, maka segala penyakit akan hilang, krisis akan berlalu,dan kesusahan akan lenyap

32. jauhilah ” katanya dan katanya “karena kau masih punya pekerjaan bak gunung

33.kerjakanlah sholat dengan khusyuk, karena segala hal yang menantimu selain sholat itu lebih rendah urusannya daripada sholat

34. jadikanlah mushaf senantiasa disisimu, ,karena membaca satu ayat AlQuran itu lebih baik daripada dunia dan isinya

35. kehidupan itu indah, dan lebih indah lagi jika kau sertai iman.

Sumber : akun LINE teladan Rasulullah

Saling Lupa

“Tenang saja, perpisahan tak menyedihkan, yang menyedihkan adalah bila setelah itu saling lupa.” -P-

Baru saja sy membaca sebuah status tmn di fb. Sedih sekali membacanya.. Jleb!!!

Sudah berapa banyak perpisahan yg sy alami sejak kecil.. Utamanya perpisahan dgn sahabat2 karena sy harus pindah tempat tinggal yg jg berarti pindah sekolah..

Berpisah dengan sahabat selalu menyisakan perasaan yang lebih dari sekedar sedih karena tak tahu kapan akan bertemu lagi, tetapi justru yg paling besar adalah ketakutan jika pun nanti kita bertemu lagi, kita sudah SALING lupa.. Kita lupa pernah bersama begitu dekat, dan kita lupa pernah begitu berat meninggalkan satu sama lain..

Sejak SD sy selalu punya sahabat sgt dekat.. Jumlahnya tak satu dua.. Lebih..

Tapi jika berbicara kondisi saat ini, hanya satu dua yg masih saling ingat dan dekat. Tentu saja jarak membuat definisi dekat kami berbeda saat kami bersama dalam satu wilayah yg sama..

Alhamdulillah, banyaknya media sosial dan sarana komunikasi yg sangat canggih membuat sy bisa “bertemu” dan “dekat” kembali dengan sahabat jaman SD hingga kuliah. Dan lewat pertemuan itu, kami saling bernostalgia tentang kenangan masa lalu yang sgt indah, yg jika diingat kembali membuat diri begitu bahagia dan bersyukur krn Allah pernah takdirkan diri ini menghabiskan hari-hari mengukir kenangan bersama mereka..

Dalam hidup, kenangan yg tersimpan dalam memori merupakan suatu hal yg sangat berharga bagiku.. Ketika ada yg hilang dan terlupakan rasanya sedih sekali. Tetapi manusia memiliki keterbatasan daya ingat dan memang tak semua kenangan berhasil tersimpan rapi dan dapat dgn cepat diputar kembali.

Saya seringkali takut menjadi yang dilupakan dalam sebuah persahabatan.. Tetapi sy belajar bahwa menjadi yg terlupakan bukan sesuatu yg buruk.. Justru ketika sy melupakan sahabat atau seseorang lah yg patut sy khawatirkan.. Bagaimana mungkin saya mengaku sahabat jika dengan mudah saya melupakan..

Saya akui tak jarang sy pura-pura lupa dengan orang saat misal berpapasan dan dia tidak menyapa. Saya takut dia sudah lupa dengan sy lalu sy pun pura-pura lupa dgn nya dan enggan menyapa.. Sering sekali hal ini terjadi.. Walau sebenernya antara kita terlihat jelas oleh tatapan mata yg menyiratkan keraguan.. Seperti kenal, aduh siapa ya, si itu bukan ya, wah dia.., yg dulu sama-sama di organisasi anu, dsb.. Kita, sebenernya SALING ingat, tapi juga SALING ragu untuk membuktikan ingatan kita..

Sepulang dari Inggris.. Saya kembali tinggal di pelesiran walau di kost yg berbeda.. Tentu banyak yg saya kenal utamanya ibu dan bapak penjual ato penjaga kost yg sudah pasti masih ada di wilayah pelesiran.. Beda hal dgn teman2 yg ntah sudah kemana.

Mereka, bapak dan ibu tersebut masih sangat sy ingat.. Ketika minggu awal sy di bandung selepas dari Inggris, sy bertemu dgn mereka. Ibu penjaga kost dulu, kami bertemu di jalan.. Sy menyapa duluan.. Ibunya kaget dan alhamdulillah mash ingat nama sy.. Lalu ibu penjual bubur, dr dulu memang ibunya gak pernah tau nama sy, tapi ibunya jg masih ingat sy dan seperti dulu masih menyapa sy dengan panggilan sayang :’)

Lalu di kesempatan lain saat sy mengantar laundry ke ibu langganan, sy sengaja tidak menyapa duluan.. Tapi dr balik pintu kaca tempat laundry, ibunya seperti mengenali sy lalu bertanya “nida?” Lalu sy sangat bahagia dibuatnya.. Ternyata ibunya masih ingat, padahal dulu hitungannya sy blm berlangganan lama krn laundry nya baru buka. Lalu ibunya jg ingat perihal kepergian sy ke inggris untuk lanjut kuliah.. Dan mengalirlah obrolan seputar kabar sy dan aktivitas sy skrng.

Atau Bapak dan Ibu pemilik warteg langganan saya, yg kini sudah pindah tempat. Mereka menyapa duluan saat kami bertemu di jalan. saat itu saya tidak menyadari keberadaan mereka. Mungkin jika mereka tidak menyapa kami tak akan berbincang dan saya tak akan tahu kemana mereka pindah.

Hal serupa jg terjadi dgn pertemuan dgn beberapa adik tingkat dan teman juga teteh2. Ternyata banyak jg yg walaupun kami sudah lama tak bertemu dan lalu tak sengaja bertemu, kami masih SALING ingat..

Beberapa hari yang lalu, di tempat fitness, sy melihat tmn les snmptn dulu. Sy yakin dia lupa sy krn dia gak menyapa sy, tapi sy kemudian memberanikan diri menyapa, alhamdulillah sy masih ingat jg namanya. Awalnya dia bingung lalu sy jelaskan klo sy tmn les dulu.. Kemudian yg amazing adalah setelah itu dia ingat dan bahkan dia ingat sy dr sulawesi selatan yg mana hal ini biasanya dilupakan orang. Dia bilang “iya aku inget soalnya jauh bgt kmu asalnya”. Lalu kami ngobrol dan mencoba saling mengingat kembali tmn2 yg lain..

Terkadang sebenernya kita tak SALING lupa, kita hanya SALING pura2 lupa dan membiarkan hubungan kita berakhir asing karena kepura2an itu. Ada gengsi karena ingin diingat duluan.. Padahal itulah awal yg membuat akhirnya kita benar2 saling lupa.. Kita sengaja memenangkan ego..

Dari beberapa pengalaman yg sy alami, insya Allah kita tak pernah benar2 lupa dengan seseorang yg pernah hadir dalam hidup kita. Coba saja buka fb dan liat satu per satu list tmn2 kita. Pasti ada yg kita ingat dari mereka..

Tapi memang hidup begini, ada yg datang dan pergi. Saat kita berpisah dengan seseorang, akan ada yg datang menggantikan posisi kita dalam hidupnya..

“Tenang saja, perpisahan tak menyedihkan, yang menyedihkan adalah bila setelah itu saling lupa..”

Sejatinya setiap kata kerja yg diawali oleh kata SALING membutuhkan effort dari diri kita dahulu.. Kita harus memulai dahulu.. Karena ada aksi lalu reaksi dan setelah nya maka muncullah kata SALING.

Saya bersyukur sekali Allah masih mengizinkan saya bertemu kembali dgn banyak orang selepas perpisahan setahun ini. Masih banyak yang ingin saya temui namun nampaknya belum rezeki bertemu mereka. Ada yang memang jauh, tapi ada juga yang sebenarnya dekat namun beberapa kali kami seperti tidak berjodoh untuk bertemu.

 

“Semoga kita bisa menjadi orang yang senantiasa menjaga silaturahim dengan mereka yg Allah takdirkan pernah hadir dalam hidup kita, terlebih mereka yg kehadirannya sgt berarti dalam hidup kita, mereka yang pernah begitu berat kita tinggalkan..

Semoga Allah menguatkan ingatan kita akan mereka sehingga dalam do’a2 kita, ada bayangan wajah mereka dan lantunan nama mereka kita ucapkan.. Dimanapun mereka sekarang berada, semoga kita tak lupa minimal dalam do’a kita.. Dan semoga Allah mempertemukan kita di lain kesempatan dalam kondisi SALING ingat.. Hehe..”

#ntms 🙂

Nak..

Belakangan ini saya menjadi orang yg sangat detail membaca setiap kata-kata pesan yg terkirim di whatsapp, LINE, dan sejenisnya. Terutama pesan-pesan yg masuk dari Ayah dan Ummi..

Saya kemudian jg baru sadar bahwa setiap kali Ayah dan Ummi ‘berbicara’ di media tersebut, selalu saja ada imbuhan nak.. Terlebih ayah. 

‘Kenapa nak?’

‘Iya nak’

‘Tunggu ya nak’

‘Syafakillah nak’

‘Fii amanillah nak’ dll dst..

Dan entah kenapa saya sukaaa sekali dgn sapaan nak itu. Amat suka..

Dalam pembicaraan langsung, kata-kata nak pun sering terdengar tetapi kalau di tulisan rasanya beda. Saya bisa bayangkan Ayah dan Ummi dgn penuh kasih sayang berbicara dengan saya dan kata ‘nak’ membuat nya menjadi sangat romantis. Setidaknya itu yg ku rasakan. 

Dan saya menjadi sangat suka membaca setiap chat dari Ayah dan Ummi yg ada kata nak nya, terutama jika sedang bosan dan rindu, di baca berulang-ulang, lagi dan lagi..😅

I miss them so bad.